Rabu, 04 Januari 2012

Tips Mengurangi Risiko Pembobolan Kartu Kredit

Tips Mengurangi Risiko Pembobolan Kartu KreditSemua jenis kartu kredit bisa digunakan melakukan penipuan (fraud). Sebab, pengunaan kartu kredit hanya digesek tanpa memerlukan validasi personal identity number (PIN). Meski sebenarnya, kartu kredit dilengkapi tanda tangan pemilik di bagian belakang. Namun tetap saja, tanda tangan bisa dipalsukan.
"Berbeda dengan kartu anjungan tunai mandiri (ATM), yang membutuhkan PIN untuk melakukan transaksi. Intinya, pemilik harus menyimpan kartu kredit secara baik agar tidak jatuh ke tangan orang lain," jelas Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia (BI), Joko Raharto, di kantornya, Selasa (3/1/2012).
Berikut sejumlah tips agar risiko pembobolan kartu kredit tereleminir:
1. Kartu kredit harus selalu dalam pengawasan

2. Segera lapor ke pihak berwenang dan bank yang mengeluarkan kartu, ketika credit card hilang atau dicuri

3. Jangan pernah memberikan informasi data kartu kepada siapapun

4. Selalu mengecek lembar tagihan kartu kredit

5. Usahakan selalu gunakan sistem pengamanan berdasarkan standar Visa (3D secured dynamic PIN)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar