Sabtu, 19 November 2011

6 Penyebab Keputihan

Keputihan bisa muncul karena banyak penyebab. Jika keputihan yang diderita sudah diobati tapi tidak juga sembuh maka kemungkinannya adalah ada penyebab lain.
Barangkali ada gangguan di dalam kandungan yang menyebabkan keputihan, atau karena infeksi kandungan, infeksi di vagina, atau infeksi di saluran telur. Semuanya bisa menjadi penyebab keputihan bisa terjadi.
Keputihan sendiri terbagi atas dua jenis keputihan, keputihan normal dan keputihan abnormal. Keputihan normal selalu sembuh sendiri dan tidak perlu diobati, sedangkan keputihan abnormal adalah keputihan yang disebabkan oleh parasit, jamur atau kuman. Selain itu keputihan abnormal juga bisa disebabkan karena adanya tumor pada kandungan, karena usia lanjut, penyakit menular seksual (PMS), dan lain-lain. Berikut ini rangkuman 6 penyebab terjadinya keputihan.


1. Keputihan Tumor atau Kanker Kandungan
Gejala dari munculnya tumor atau kanker di kandungan adalah munculnya cairan yang menyerupai keputihan. Biasanya keputihan disertai bercak darah dan berbau busuk. Jika gejala keputihan tersebut disertai dengan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, terjadi gangguan siklus haid, sering demam, dan badan bertambah kurus, pucat, serta lesu, lemas dan tidak bugar, maka kemungkinan telah terjadi pertumbuhan abnormal di dalam organ kandungan. Apapun penyebabnya keputihan harus diobati, apalagi jika keputihan tersebut adalah bagian dari tanda adanya tumor yang sedang berkembang di dalam tubuh.
Keputihan yang disertai darah bisa juga muncul akibat polyp di organ kandungan, kemungkinan di rahim atau di leher rahim. Biasanya darah keluar sehabis berhubungan seks atau setelah melakukan penyemprotan vagina (douching).

2. Keputihan Karena Usia Lanjut
Keputihan juga biasa muncul pada wanita usia lanjut, bahkan terkadang cairan keputihan keluar disertai darah. Hal ini disebabkan karena lapisan vagina yang menipis seiring bertambahnya usia. Hal yang sama bisa terjadi pada wanita yang belum pubertas, pada wanita pengidap kencing manis, dan mereka-mereka yang sudah memasuki fase menopause. Lapisan selaput lendir vagina pada kelompok wanita tersebut tipis dan mengisut.

3. Keputihan Akibat Benda Asing di Vagina
Vagina bagaikan lorong terbuka yang memungkinkan masuknya benda asing ke dalam tubuh. Sisa pembalut, kapas atau mungkin kondom adalah benda-benda asing yang bisa tertinggal di dalam vagina dan menyebabkan terjadinya keputihan. Pada anak perempuan mungkin bisa kemasukan biji kacang, kancing, peniti yang setelah lama tertanam di dalam vagina akan membusuk dan menyebabkan keputihan.

4. Keputihan Akibat Sering Dibersihkan
Para wanita sering melakukan kebiasaan yang sebetulnya tidak sehat dalam memperlakukan vagina. Terlalu sering membersihkan vagina dengan bahan antisepsis sesungguhnya tidak menyehatkan. Kuman-kuman yang bermukim di saluran vagina yang hidup damai dan bersifat baik bagi tubuh akan ikut terbunuh oleh antisepsis tersebut. Padahal kuman-kuman itu ikut membantu membentuk suasana asam di sekitar vagina. Vagina bersifat asam untuk mengusir bibit penyakit.
5. Keputihan Kencing Nanah
Bila ada riwayat kontak seksual dengan pria yang memiliki penyakit seksual maka keputihan bisa berarti kencing nanah atau gonore. Jika keputihan tidak sembuh-sembuh padahal sudah lama diobati maka ada kemungkinan penyebab keputihan yang diderita adalah akibat tertular penyakit ini. Sama-sama mengeluarkan cairan putih tapi berbeda penyebab dan isinya dan jika diperiksa di laboratorium akan terlihat kuman-kuman kencing nanah di keputihannya.

6. Keputihan Akibat Penyakit Menular Seksual
Tidak mudah membedakan keputihan biasa dengan keputihan akibat penyakit kelamin. Ada dua jenis penyakit kelamin seksual (PMS) yang menyerupai keputihan yaitu kencing nanah (gonore) dan chlamydia. Lendir keputihan akibat chlamydia terlihat lebih bening sehingga biasa dianggap keputihan normal. Semua wanita yang punya riwayat hubungan seksual dengan pasangan yang mengidap penyakit kelamin akan menampakkan gejala keputihan dalam hitungan hari sampai minggu. Bentuk lendir keputihan mirip susu jika disebabkan kuman kencing nanah dan bening encer jika disebabkan chlamydia. Keduanya hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.
Keputihan, apapun penyebabnya harus diobati. Selain bisa tambah parah jika dibiarkan, kemungkinan akan  merembet ke kandungan bagian dalam, dan komplikasi ini akan lebih sulit disembuhkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar