Rabu, 15 Februari 2012

HATI KITA—RUMAH TUHAN



Tanggal  : 13 Februari
Baca     : Wahyu 3:14-22
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 14:57-16:34
Nats     : Lihat, aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya (Wahyu 3:20)
Dalam suatu percakapan dengan seorang anak lelaki berusia sembilan tahun, seorang pekerja muda menceritakan kisah tentang Adam dan Hawa dan bagaimana dosa masuk ke dunia. Ia menceritakan pada anak itu bahwa Yesus telah mati untuk membayar hukuman atas dosa-dosanya, dan bila ia meminta Yesus untuk masuk ke dalam hatinya, maka Dia akan masuk. Malam itu, anak lelaki tersebut mengundang Yesus untuk menyelamatkannya.
Beberapa hari kemudian anak tersebut berkata kepada istri sang pekerja, “Saya tidak perlu lagi berbicara jarak jauh dengan Allah.” “Lho, kenapa?” tanya si istri. Sambil menunjuk hatinya, anak itu menjawab, “Karena Dia hanya berjarak 25
cm dariku.”
Luar biasa! Kristus yang menciptakan segala sesuatunya (Kolose 1:16) mau hidup di dalam hati orang-orang berdosa sehingga mereka dapat merasakan suatu hubungan pribadi yang dekat dengan Allah. Inilah keajaiban dari kelahiran baru.
Namun kedekatan hubungan dengan Allah ini dapat hilang bila kasih kita kepada Yesus menjadi hangat-hangat kuku. Itulah sebabnya mengapa Yesus menggambarkan diriNya berdiri di depan pintu hati kita, menunggu untuk diundang masuk agar kedekatan hubungan ini dapat diperbarui (Wahyu 3:20). Ketidaktaatan dapat merusak persekutuan yang intim dengan Allah, namun kerusakan ini masih dapat dipulihkan dengan menyesali dosa, membuka pintu hati untukNya dan membiarkanNya kembali mengambil alih kendali secara penuh. Yesus ingin kita memiliki keyakinan yang kokoh bahwa Dia berada bahkan kurang dari 25 cm dari kita [[DJD]]
UNTUK MEMPERBARUI KASIH KITA KEPADA KRISTUS INGATLAH KEMBALI KASIH KRISTUS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar