Sabtu, 26 November 2011

Jadi Joyo, Siti Masih Simpan Baju Perempuan

Pelan-pelan, ia singkirkan tumpukan busana perempuan, mengganti dengan busana laki-laki.

Pipiet Tri Noorastuti
Siti Maimunah yang kini bernama Mohammad Prawirodijoyo (VIVAnews/ Puspita Dewi)

Menanggalkan nama dan atribut perempuan, Siti Maimunah memutuskan menjadi laki-laki tulen. Di usia 19 tahun, ia berjuang mengganti identitasnya menjadi Mohammad Prawirodijoyo.

Siti yang kini akrab disapa Joyo, mengajukan permohonan penggantian status kelamin dan identitas ke Pengadilan Negeri Semarang. Sidang pertama berlangsung 22 November 2011.

Ia masih berharap-harap cemas, menunggu keputusan pengadilan. Hasil keputusan ini akan menjadi pegangan untuk mengubah seluruh dokumen miliknya seperti KTP, akta kelahiran, dan ijazah.

Walau secara hukum statusnya masih Siti Maimunah dengan jenis kelamin perempuan, ia sudah mulai membangun maskulinitasnya. Menggunting rambut panjangnya, ia juga menanggalkan semua busana perempuan yang membalutnya sejak kecil.

Pelan-pelan, ia menyingkirkan tumpukan busana perempuannya. Menggantinya dengan busana laki-laki, seperti sarung, dan celana. Keterbatasan ekonomi, membuatnya tak bisa langsung membeli banyak busana laki-laki.

Saat VIVAnews berkunjung ke kediamannya yang sederhana di sebuah kampung di Kelurahan Sembungharjo, Kecamatan Genuk, Semarang, terlihat dua baju perempuan miliknya sedang dijemur di antara baju-baju pria.

Satu kaos model tanpa lengan warna ungu, dan kemeja berwarna kuning dengan motif bunga. "Sing loro kuwi yo klambine Joyo (yang dua itu juga bajunya Joyo)," kata Juminah, neneknya.

Joyo tampaknya membutuhkan waktu untuk menyempurnakan maskulinitasnya. Tak sekadar lewat penampilan, tapi juga secara hukum dan fisik. "Saya punya kelamin lelaki, tapi tidak sempurna. Ke depan setelah permohonan di pengadilan dikabulkan, aku akan menyempurnakan alat kelaminku."
Laporan: Puspita Dewi| Semarang
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar