Sabtu, 26 November 2011

Bagaimana Posisi Menyusui yang Benar?

 Cukup banyak ibu yang merasa air susunya tidak cukup untuk bayi, sehingga beralih ke susu formula. Padahal dengan mengetahui posisi menyusui yang tepat, masalah tersebut bisa dihindari.
img
Posisi menyusui yang tepat adalah kunci keberhasilan untuk memberikan bayi ASI eksklusif. Posisi yang tepat akan menghasilkan pelekatan yang tepat. Pelakatan itu nantinya akan membuat bayi mendapat ASI secara efektif dan mencegah rasa nyeri di puting.

Ada empat posisi menyusui yang umum yaitu, cross cradle, cradle hold, football clutch dan lying down. Dilansir breastfeeding, cradle hold adalah posisi di mana kepala bayi menghadap langsung pada salah satu payudara ibu dan kaki bayi menghadap ke payudara lainnya. Sedangkan ibu memegang payudara dari arah dalam untuk memastikan keluarnya ASI.

Posisi cross-cradle, adalah posisi bayi sama seperti cradle. Namun dalam posisi ini ibu memegang payudara dari arah luar. Posisi kedua, football clucth, posisi kaki bayi menghadap ke ketiak ibu dan ibu memegang payudara dari arah dalam. Posisi terakhir adalah lying down, merupakan posisi menyusui yang dilakukan sambil berbaring di tempat tidur.

Menurut Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), jika ibu memilih menyusui dengan posisi cross cradle, cradle hold atau football clutch, empat hal ini perlu diperhatikan:

1. Bayi digendong, diletakkan berhadapan, perut ibu menempel dengan perut bayi.
2. Pastikan kepala, lengan dan bayi berada dalam satu garis lurus.
3. Lingkarkan kaki merapat ke badan ibu untuk mencegah hidung tertutup oleh payudara.
4. Dukung bayi, terutama badan dan bokong.

Setelah mendapatkan posisi yang tepat dan nyaman, jangan lupakan juga pelekatannya. Pelekatan dimulai dengan cara mendekatkan bayi ke payudara, hidung bayi setinggi puting, rangsang refleks membuka mulut bayi dengan cara menyentuh pipi atau bagian atas bibir dengan puting. Begitu mulut bayi membuka lebar, bawa bayi menuju payudara dengan gerakan cepat.

Masih menurut AIMI, pelekatan yang baik ditandai dengan lima hal di bawah ini:

1. Dagu menempel payudara.
2. Sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi, hanya bagian atas saja yang masih terlihat.
3. Bibir bawah bayi mengarah keluar.
4. Mulut terbuka lebar.
5. Ibu tidak merasa nyeri pada puting.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar