Jumat, 25 November 2011

Kiat Atasi Konflik Keluarga


image
Konflik bisa terjadi kapan saja di dalam keluarga. Masalah yang tak terselesaikan dengan damai bisa mendatangkan ketegangan dan stres di dalam keluarga.
Mengajak anggota keluarga untuk bicara adalah jalan untuk keluar dari konflik. Perlu strategi khusus agar pembicaraan menghasilkan maaf dan pengertian antaranggota keluarga.

Berbagai peristiwa yang dialami keluarga juga bisa menyebabkan terjadinya konfl ik. Konflik bisa saja dimulai sejak pasangan memulai hidupnya sebagai suami istri. Konflik juga bisa datang ketika bayi baru dilahirkan di tengah keluarga. Sewaktu si kecil punya adik pun konfl ik juga bisa terjadi. Belum lagi saat si kecil pertama masuk sekolah kemudian ia beranjak remaja lalu ketika ia menjadi orang dewasa.

Perubahan situasi keluarga juga bisa jadi penyebab konfl ik keluarga, misalnya perpisahan atau perceraian, pindah ke rumah atau daerah baru, ayah atau ibu yang di-PHK. Bisa juga karena adanya masalah keuangan keluarga. Konfl ik di dalam keluarga bisa mendatangkan stres, terutama ketika konfl ik tidak terselesaikan dengan baik.

“Karena lebih sulit melepaskan relasi berkonflik di dalam keluarga daripada di antara teman. Konfl ik yang tak selesai di dalam
keluarga bisa menambah stres dalam keluarga. Dan rasa ketegangan karena konflik ini biasanya bisa dirasakan oleh anggota keluarga lain juga,” kata Elizabeth Scott, seorang psikolog dengan spesialisasi terapi keluarga, lulusan San Diego State University.

Tanpa maaf atau bentuk penyelesaian konflik, rasa percaya antaranggota keluarga bisa berkurang. “Misalnya sekali ibu mertua
mengkritik masakan, bisa berakhir dalam pikiran Anda bahwa dalam setiap kunjungan ibu mertua, ada rasa ketegangan. Ingatan akan konfl ik sebelumnya bisa menciptakan rasa sakit baru,” kata Scott.

Butuh StrategiIa menyarankan agar segera menyelesaikan konflik. “Ajaklah bicara anggota keluarga untuk berdiskusi dan menyelesaikan masalah yang ada di masa lalu. Bila Anda dan orang yang berkonfl ik ingin menyelesaikannya dan terbuka pada masing-masing pandangan, ini sangat baik. Melihat masing-masing kesalahpahaman, meminta maaf bisa menyembuhkan relasi keluarga,” ujarnya.

Mengajak bicara untuk penyelesaian konfl ik ini butuh keterampilan tersendiri. Ia menyarankan agar kita fokus terhadap apa
masalah. Fokuslah pada saat ini, perasaan Anda, pengertian terhadap orang lain, dan solusi masalah. .....Diyah Triarsari
sumber:sehatnews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar